Langsung ke konten utama

Postingan

Jalan Arse Rusak Parah: “Hanya 8 Kilometer dari Kota Sipirok, terabaikan Bertahun-tahun”

  Oleh:    Masyarakat Tapanuli Selatan Jalan bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah urat nadi kehidupan. Dari jalan yang layak, roda ekonomi berputar, anak-anak pergi ke sekolah, hasil tani diangkut ke pasar, dan pelayanan kesehatan dapat diakses tepat waktu. Namun, apa jadinya jika jalan yang menjadi tumpuan hidup justru berubah menjadi penderitaan?   Itulah yang dirasakan masyarakat di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan. Jalan provinsi yang menghubungkan Sipirok menuju Arse, SD. Hole hingga Aek Bilah kini bukan lagi sekadar rusak, melainkan telah memasuki tahap yang memprihatinkan. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat bahkan menjulukinya sebagai  “jalan seribu lubang” . Sebuah ironi yang mencerminkan keputusasaan sekaligus sindiran. Dekat Ibu Kota, Jauh dari Perhatian Yang membuat kondisi ini semakin ironis, ruas jalan rusak tersebut berada sangat dekat dengan ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, yakni Kota Sipirok. Jaraknya hanya berkisar sekitar...
Postingan terbaru

Kisah Perjuangan Kedua Orang Tua Kami

Di rumah sederhana, dikampung purbatua Desa Muara Purba Nauli yang tenang, sepasang suami istri yang tak pernah mengenal kata menyerah. Mereka adalah Ayah dan Uma kami, dua jiwa tangguh yang menenun harapan dengan kerja keras, lalu membungkusnya dengan doa tanpa henti. Ayah kami sosok lelaki pekerja keras yang mencoba setiap jalan demi menafkahi keluarga. Pernah menekuni propesi sebagai penjahit pakaian dan tidak berlanjut karena saat itu terjadi kecelakaan, pernah juga mencoba  berjualan kelontong di rumah sewaktu masih bertempat tinggal di Kota Padangsidimpuan, hingga akhirnya pulang kampung menjadi petani, menggarap sawah orang demi sesuap nasi. Umak kami selalu di sisinya menjadi sandaran hati dan penguat jiwa. Bersama, mereka berjalan di jalan terjal kehidupan dengan keyakinan: kesabaran dan ikhtiar tak akan mengkhianati hasil. Namun bagi mereka, nafkah bukan sekadar mengisi perut. Ada yang lebih penting yaitu pendidikan anak-anaknya. Mereka yakin ilmu adalah bekal yang tak pe...

Anak Kecil yang Menghidupkan Suara-Suara Hutan di Lopo Kopi Sayur Matinggi

Beberapa hari menjelang persiapan MTQ Tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan, MTQN ke-50 tahun 2018 yang digelar di Desa Aek Badak Jae. Suasana di Kecamatan Sayur Matinggi dipenuhi kesibukan. Jalan-jalan mulai ramai, tenda-tenda persiapan berdiri, dan masyarakat saling bahu-membahu menyukseskan acara besar tersebut. Namun, di balik hiruk pikuk kegiatan itu, ada satu momen kecil yang begitu unik dan tak disangka-sangka meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang melihatnya. Di sebuah warung sederhana, kedai lopo kopi yang menjadi tempat persinggahan warga, hadir seorang anak yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Bukan karena tingkah nakal atau kelucuan biasa, tetapi karena kemampuannya yang luar biasa dalam menirukan suara binatang . Awalnya, suasana warung seperti biasa saja. Orang-orang duduk ngopi, berbincang soal persiapan acara, sambil sesekali membahas kegiatan di lapangan MTQ. Namun tiba-tiba, dari sudut meja, terdengar suara kokokan ayam yang begitu mirip, sampai-sampai bebe...

Jalan-jalan bersama rekan FK FT Paskab dan dari Kawan-kawan dari Dinas PMD Kab. Tapsel

 

Perjalanan ke Lapangan saat kerja di PNPM

Perjalanan ke Turunan dan Mandalasena

My Life Story (Part-15) Penempatan Tugas di PNPM Mandiri sesuai dengan asal daerah saya. Kabupaten Tapanuli Selatan

Dengan diterimanya SK penempatan saya di Kecamatan Saipar Dolok Hole, perjalanan menuju ke sana terasa seperti pulang kampung karena kebetulan penempatan saya berada dalam satu kabupaten dengan kampung halaman saya. Sebelum memulai tugas, kami para FK/FT baru di Kabupaten Tapanuli Selatan mengikuti pembekalan terlebih dahulu di kabupaten tersebut. Keesokan harinya, bersama Bang Budi, seorang FT dari Sipirok, kami memulai perjalanan menuju ke Kecamatan Saipar Dolok Hole.   Perjalanan dari Sipirok ke Saipar Dolok Hole ternyata cukup menantang. Kami menempuh perjalanan selama hampir dua jam naik sepeda motor, melewati jalan yang berliku dan kadang berat. Meskipun melelahkan, kami bersyukur karena akhirnya tiba di kantor camat Saipar Dolok Hole, di mana kami disambut oleh para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan yang sudah menunggu dengan penuh antusias.   Di kantor camat, kami memperkenalkan diri kepada camat dan bertemu dengan para pengurus PJOK, UPK, dan Penlok yang bertugas di s...

My Life Story (Part-14) Melamar Kerja Sebagai FT pada PNPM Mandiri Perdesaan

Saudara sepupu saya yang baik hati, Armen Siregar, dengan baik hati ingin memberikan kesempatan pekerjaan yang menjanjikan kepada saya sebagai fasilitator Teknik dalam program pemerintah bernama PNPM Mandiri Perdesaan. Pada akhir tahun 2007, kesempatan emas muncul ketika PNPM Mandiri Perdesaan Sumatera Utara membuka lowongan kerja, dan saya memutuskan untuk mengikuti proses seleksinya. Sebelum ikut seleksi saya diajak abanghanda Armen Siregar mempelajari buku buku yang diperoleh dari ibu Supiani Ginting FK Kec. Siabu Mandailing Natal pada saat itu. Saya rajin membaca buku buku tersebut. Berkah dari Allah SWT, saya diterima sebagai fasilitator teknik (FT).   Proses awal saya sebagai FT dimulai dengan mengikuti pembekalan selama 2 minggu di Hotel Dharma Deli Medan. Pelatihan ini tidak hanya mempersiapkan kami secara teknis, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang misi dan tujuan program. Setelah pelatihan selesai, saya ditugaskan di Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten ...