Bagi ayah, pendidikan adalah bekal utama yang harus kami miliki. Karena itu, meskipun hidup sederhana, ayah tidak pernah mengeluh ketika membicarakan soal sekolah. Bahkan, setiap menjelang tahun ajaran baru, semangat ayah selalu terlihat. Dengan penuh antusias, ayah berangkat ke Padangsidimpuan hanya untuk membeli buku sekolah kami. Sebelum berangkat, ayah selalu memastikan terlebih dahulu kepada guru tentang penerbit buku apa yang akan dipakai, agar tidak salah beli. Ayah ingin kami mendapatkan perlengkapan sekolah yang terbaik, meskipun dengan segala keterbatasan.
Kesungguhan beliau tidak sia-sia. Usaha dan pengorbanannya perlahan terbayar ketika kami mulai menunjukkan prestasi di sekolah. Menjadi juara kelas adalah kebanggaan terbesar bagi kami, tetapi lebih dari itu, melihat senyum ayah yang penuh haru dan kebanggaan adalah hadiah yang tidak ternilai.
Setiap piagam penghargaan yang kami dapatkan, ayah tidak pernah membiarkannya tersimpan begitu saja. Semua piagam itu dibingkai satu per satu dengan bingkai yang ayah beli secara khusus. Lalu dipajangnya di dinding rumah, seakan ingin menunjukkan bahwa perjuangannya membuahkan hasil. Bagi ayah, itu bukan sekadar penghargaan—melainkan bukti bahwa kerja kerasnya tidak sia-sia, sekaligus penyemangat agar kami terus belajar dan berprestasi.
Kini, ketika kami tumbuh dewasa, kami semakin memahami betapa besarnya cinta dan pengorbanan ayah. Semoga kesungguhan, doa, dan kerja keras ayah selalu menjadi kekuatan bagi kami untuk melangkah lebih jauh. Dan semoga Allah melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan rezeki yang luas kepada ayah tercinta yang tidak pernah lelah memperjuangkan masa depan anak-anaknya.






Komentar
Posting Komentar