Hari-hari saya lewati tanpa terasa telah satu tahun
berjualan rokok keliling di sekitar Pajak Petisah,Medan. Suatu hari sekitar tahun
2001, dua orang dari LSM sosial di Medan datang ke tempat saya. Mereka sedang
mendata anak jalanan di sekitar Pajak Petisah, mencatat segala macam profesi
seperti penjual rokok keliling, pengamen, pengemis, hingga penyemir sepatu dan
tukang becak.
Setelah kami didata, kami diberi kartu nama dengan tulisan "Rumah Singgah Peaja (Peduli Anak Jalanan)" lengkap dengan alamatnya di Jalan Amir Hamzah. Kami diundang untuk datang ke sana. Keesokan harinya, saya dan teman-teman pergi ke rumah singgah tersebut. Ternyata tempat itu ramai didatangi oleh anak jalanan untuk makan siang gratis, mandi, atau beristirahat.
Tidak lama kemudian, kami ditawari bantuan untuk pembinaan keterampilan seperti bengkel, mengemudi mobil, dan menjahit. Saya memilih mengikuti kursus mengemudi mobil. Kesempatan ini saya tidak sia-siakan dan saya ikuti dengan senang hati. Mendapat kesempatan diajari mengemudi mobil, makan siang selama pelatihan, dan setelah selesai kami juga diberi SIM A, semuanya gratis tanpa uang serupiah.
Alhamdulillahirobbil'alamin, sungguh beruntung saya bersama 59 teman saya waktu itu yang mengikuti kursus tersebut. Setelah selesai kursus, kami diajak berwisata ke Bukit Lawang untuk refreshing (saat itu belum terjadi banjir bandang di sana). Sungguh rezeki yang besar diberikan Allah SWT kepada saya.
continued...

Komentar
Posting Komentar