Saya
dilahirkan dari keluarga sederhana di Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan
Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, pada hari Rabu, tanggal 25 Maret
1981. Ayah saya berasal dari keluarga petani di Desa Purbatua, Muara Tais,
Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, sedangkan ibu saya, Boru
Lubis, berasal dari Kampung Tobat, Kota Padangsidimpuan.
Di Kelurahan Aek Tampang, saya menghabiskan masa
kanak-kanak bersama empat saudara kandung saya dari enam bersaudara. Saudara
bungsu kami lahir setelah keluarga kami pindah ke kampung. Saya adalah anak
kedua dari enam bersaudara. Anak pertama adalah abang saya, Susianto Hutasuhut,
kemudian saya, disusul oleh Elida Wati Hutasuhut, Lenni Marlina Hutasuhut, Titi
Herlina Hutasuhut, dan yang bungsu, Kosmas Arifin Hutasuhut.
Selama tinggal di Kelurahan Aek Tampang, orang tua
saya berusaha dengan berjualan kebutuhan sehari-hari di belakang panglong
Matahari. Dari cerita ayah, beliau juga sempat memiliki kios jahit pakaian di
Pasar Baru Padangsidimpuan. Namun, ketika terjadi kebakaran di Pasar Baru,
disusul musibah ayah yang mengalami kecelakaan saat membawa sepeda motor,
perekonomian keluarga kami terpukul keras. Akibatnya, usaha orang tua bangkrut
dan kami sekeluarga terpaksa pindah ke kampung ayah di Desa Purbatua Muara
Tais. Saat itu, saya berumur sekitar lima tahun.
Setibanya di kampung, kami tinggal di sebuah rumah
yang kosong karena pemiliknya pindah ke Jakarta. Belum genap setahun di
kampung, saat saya berusia enam tahun, saya mulai bersekolah di SD Negeri No.
142515 Muara, yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumah kami. Ketika ayah
hendak mendaftarkan saya ke sekolah, saya awalnya menolak sehingga ayah harus
memaksa saya dengan memberikan uang receh dan membawa saya naik sepeda sambil
menangis sepanjang jalan. Di sekolah ini, saya menimba ilmu pendidikan dasar
selama enam tahun. Alhamdulillah, saya meraih prestasi yang baik dan
mendapatkan beberapa piagam penghargaan dari kepala sekolah. Orang tua saya
sangat bangga, sehingga ayah memasang bingkai piagam tersebut dan memajangnya
di ruang tamu.
continued...

Komentar
Posting Komentar