Tamat STM / SMK tahun 1999. dikampung tidak ada pekerjaan hanya membantu orangtua kesawah. hampir setengah tahun hingga pada saat lebaran kakak (iboto) anak amattua bernama Masrida hutasuhut pulang kampung menawarkan saya supaya ikut ke medan merantau mengadu nasib dan tawaran iboto tersebut saya terima.
saat itu ayah dan ibu juga merestui saya untuk ikut ito rida yang saat itu kerja di pabrik udang daerah kawasan industri medan (kim). akhirnya saya pun berangkat ke medan. sesampai dimedan saya tinggal disimpang kim dirumah kak donni yang jg saudara dari kampung, anak tulang yang di ujung padang sidimpuan. kebetulan kakak itu punya kamar kost dan saya tinggal disana cuma seminggu. karena tidak jelas tentang kerja di pabrik, akhirnya saya minta sama ito rida diantarkan ke rumah amattua (abang ayah) yang tinggal di bandar selamat. disana juga sama seperti di kim saya nggak juga dapat kerja.
sebulan berlalu tanpa kerjaan di rumah amattua di gang subur bandar selamat (dekat sekolah Budi satrya), saat itu saya sempat mau pamit pulang ke kampung karena sudah merasa gagal merantau. tapi karena arahan dan bimbingan dari amattua dan inantua akhirnya saya memutuskan untuk tetap bersabar dan menunggu hingga dapat pekerjaan.
hingga suatu saat inantua berkunjung ke tempat inattobang di jalan bersama (Gang Sembada), kebetulan inantua melihat dirumah tobang tersebut banyak anak lajang sebaya saya, ada niat inantua menanyakan mengenai pekerjaan anak anak kos tersebut. rupanya anak anak kos disana sebagian besar kerjaannya berdagang jualan rokok asongan di pajak (pasar) petisah.
continued...

Komentar
Posting Komentar