Niat saya untuk kuliah muncul setelah melihat teman-teman se-kost yang sedang menempuh pendidikan tinggi, ditambah dukungan yang tak henti-hentinya dari sepupu-sepupu saya di Medan. Mereka terus memberi semangat agar saya mendaftar kuliah. Pada tahun 2000, saya mencoba Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), namun belum berhasil. Mungkin karena latar belakang pendidikan saya dari STM, saya merasa belum siap menghadapi soal-soal yang tidak pernah diajarkan di sekolah saya. Saya terutama mengalami kesulitan dengan soal biologi yang tidak pernah saya pelajari saat STM.
Meskipun gagal masuk PTN, saya tidak menyerah. Tahun berikutnya, tepatnya tahun 2001, saya berhasil diterima di perguruan tinggi swasta yang mirip dengan Universitas Sumatera Utara (USU), yaitu UMSU. Modal awal untuk kuliah saya didapat dari hasil tabungan jualan rokok. Untuk memenuhi kekurangan biaya, saya membeli becak dayung bekas sebagai modal usaha selanjutnya.
Pilihan saya untuk menjadi penarik becak dayung karena memungkinkan saya lebih fleksibel dalam mengatur waktu. Saya yakin bahwa menjual rokok sambil kuliah akan sulit dilakukan karena waktu yang tidak mencukupi. Dengan menjadi penarik becak, saya bisa mengatur waktu narik becak di antara jadwal kuliah atau bahkan pada malam hari. Akhirnya, saya beralih dari profesi penjual rokok menjadi penarik becak dayung.
continued...

Komentar
Posting Komentar