Di UMSU, saya memilih kuliah masuk siang yang dimulai pukul 14.00, sehingga pagi hari bisa saya manfaatkan untuk menarik becak. Operasional saya berpusat di Pasar Pagi Jalan Bersama dan Pasar / Pajak Firdaus. Di sana, mayoritas pelanggan adalah ibu-ibu yang rutin berbelanja kebutuhan sehari-hari. Mereka adalah pengusaha rumahan yang setia berbelanja setiap harinya.
Selain itu, rutinitas saya juga mencakup mengantar jemput anak sekolah setiap hari dari Gang Matahari ke Sekolah Dasar Muhammadiyah di Jalan Pahlawan, dengan pembayaran ongkos bulanan. Di pasar, saya memiliki pelanggan tetap yang sering kali bersedia menunggu ketika saya sedang mengantar pelanggan lain, menunjukkan kesabaran yang luar biasa.
Kawan kawan saya waktu itu banyak sebagai tukang becak sekaligus kuliah termasuk kawan satu angkatan di UMSU, Arnal, Yassir, Sahrian kuliah di UIN dan Pohan orang sipirok yang belakangan dia jualan di pajak jalan bersama depan kantor pos.
Dalam setengah hari, saya bisa mengumpulkan pendapatan sekitar 15.000 hingga 20.000 rupiah. Setelah selesai di pasar, sekitar jam setengah satu siang, saya pulang untuk bersiap-siap berangkat kuliah dengan naik angkot.
Kehidupan ini mengajarkan saya betapa pentingnya mengatur waktu dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Bekerja sebagai penarik becak tidak hanya memberi penghasilan tambahan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran dan tanggung jawab.
continued...

Komentar
Posting Komentar